Showing posts with label Satu Hati. Show all posts
Showing posts with label Satu Hati. Show all posts

I Miss You Terribly



Akhirnya,
Tlah sampailah aku pada fase itu
Fase dimana hadirmu menjadi canduku
Dimana perhatianmu menjadi kekuatanku
Dimana senyummu menjadi bahagiaku
Dimana sakitmu menjadi tangisku
Dimana bayangmu yg slalu ku rindu
Akankah ini nyata adanya
atau hanya sekedar harapan semu
Dia lah yang Maha Tahu
Tentang apa yg kan terjadi antara kau denganku

Hei, You!!



Sudah lama tak nampak. Kemana dia? Aku mulai merindukannya. Pemilik jejakku. Semoga kau baik-baik saja disana, begitu pula denganku yang tetap berusaha baik semenjak kepergianmu. Aku rindu atas nama teman. Atas nama persahabatan. Tidak lebih dari itu. Begitukan seharusnya. Dan begitulah yang kau suka. Berteman dengan siapa saja. Bersahabat dengan siapa saja. Bukankah berteman itu menyenangkan? Yah itulah kata-kata yang selalu kau ucapkan. Dan aku begitu memperhatikannya. Setiap kata yang kau tulis. Setiap kalimat yang kau lontarkan. Selalu terekam dalam benakku. Ini memang konyol. Ini bodoh. Tapi ingat, ini masih atas nama pertemanan. Atas nama persahabatan. Jikalau rasa ini lebih dari sekedar yang seharusnya, tak apa. Akan ku pendam. Akan ku kubur. Karna memang seharusnya begitu. Berteman denganmu pun sudah cukup. Bersahaba dengan mu sudah membuatku senang. Yah... tetaplah jadi temanku. Tetaplah bersahabat denganku. Terima kasih.

Haunted



lost words whisper slowly to me
still cant find what keeps me here
when all this time i’ve been so hollow inside
i know your still there

watching me wanting me
i can feel you pull me down
fearing you loving you
i wont let you pull me down

hunting you i can smell you alive
your heart pounding in my head

watching me wanting me
i can feel you pull me down
saving me raping me watching me

watching me
wanting me
i can feel feel you pull me down
fearing you
loving you
i wont let you pull me down

Ada Apa Dengan Kita?


Sepertinya ada yang berubah...
tidak lagi sehangat dulu...
tidak lagi seceria dulu..
Iya memang,
kau telah kembali...
Setelah kian lama menghilang...
sengaja kau menghilang...
kini kau datang lagi...
dan aku bahagia...
tetapi... kenapa ada yang aneh?


Kau



Kau...
kekal dalam hatiku sebagai rindu...
yang selalu merdu tak kenal waktu...

Kau...
yang jiwaku memanggilmu...
disetiap waktu yang ku lalu...

Kau...
yang terselip namamu dalam do'aku...
Ya Rabb berikan dia bahagia disepanjang waktu...
Ya Rabb hapus air matanya
karna tanganku tak mampu menghapusnya...
ganti dengan senyum...
Jagalah dia karna padaMu lah
sebaik-baik penjagaan...

Bahagiaku


Bahagiaku, bahagia kalian...
sekalipun air mataku taruhannya...
maka berjanjilah untukku
kalian akan selalu bersama
akan terus bersama
suka duka bersama
menatapku lembut penuh cinta
kasih sayang
dan jangan pernah anggap aku
rumput liar pengganggu
diantara kalian
senyumku senyum kalian

Surat Untuk Dita



Depok, 15 April 2014

Kepada yth,
Saudari
Di Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb.
Sebelumnya saya mohon maaf kepada anti atas kelancangan saya menulis surat ini, saya berharap keikhlasan anti untuk membacanya. Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan dan untuk anti ketahui.
Saya hanyalah insan yang memiliki banyak kekurangan yang ada dalam diri ini jika dibandingkan dengan ikhwan lain. Saya hidup dengan cara apa adanya, dimana yang saya usahakan hanya cukup untuk diri sendiri, dan jika saya menikah itu hanya cukup untuk menafkahi keluarga yang dibentuk, dan tentu dalam keadaan yang sederhana pula. Saya tak memiliki kekayaan lahiriah yang berlebih karna saya takut kelak menjadi insan yang mencintai dunia dan melupakan ajaran agama untuk selalu bersikap Qona`ah
Saya mengenal anti hanya sedikit pengetahuan yang saya ketahui. Tetapi pengetahuan yang sedikit itu telah menimbulkan keinginan untuk mengenal anti lebih banyak.
Saya tidak pula tahu apakah saya ini pantas mengenal anti lebih jauh dengan jalan ta`aruf. Saya tidaklah tahu apakah insan seperti saya ini mampu mendapatkan rasa ikhlas anti untuk saling mengenal dengan jalan Allah. Hati ini bertanya tanya adakah dalam dir anti tersirat keinginan yang sama dengan apa yang ada dalam Qalbu.
Jika ta`aruf adalah kebolehan dari anti, maka berilah saya sinar harapan yang memungkinkan saya memahami tanda-tanda anti. Dengan tanda ini pula saya akan mengerti kapan saya akan memulai berjalan menuju jalan Allah bersama anti.
Aku menantimu wahai anti, dengan segala kesabaran hati, melihat sinar harapan yang sama dipelupuk matamu yang bening sejernih mutiara alam.

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.



Tak Tersampaikan

DOA MASA LALU YANG TAK TERSAMPAIKAN

TOLONG
buat aku agar tetap percaya
buat aku agar tetap setia
buat aku agar tak berpaling
buat aku agar tetap cinta
AKU TAKUT
dengan apa yg dada disekelilingku
dengan godaan yg datang silih berganti
dengan perhatian-perhatian yg diberikan
dengan impian manis yg dijanjikan
dngan kata cinta yg diutarakan
KU MOHON
buat aku agar tetap memelukmu
buat aku merasa aman bersamamu
buat aku agar tetap bertahan di sampingmu
buat aku agar tetap jadi milikmu
Hari INI,BESOK DAN NANTI